3 Sumber Penyebab Stres pada Anak

Biasanya, ada beberapa penyebab yang membuat anak menjadi stres, diantaranya berikut ini :

  1. Kepadatan jam belajar anak. Harus diakui, keinginan orangtua untuk menjadikan anak serba bisa, membuat anak dijejali dengan berbagai kursus, baik formal maupun informal. Setelah seharian belajar di sekolah, anak harus kursus berhitung dan bahasa. Dan ada juga beberapa kegiatan lainnya, yang sebagian besar orangtua mengganggap bahwa kegiatan itu untuk memaksimalkan dan menggali potensi dari anak. Akibatnya, anak pun kehilangan waktu untuk bermain dan bersantai. Ingat, anak ibarat sebuah gelas kosong. Gelas itu harus diisi dengan takaran air yang tepat agar penuh. Bila tidak, airnya akan tumpah. Apa yang harus dilakukan?
  • Libatkan anak dalam mengambil keputusan, utamanya saat memilih kursus atau ekstrakurikuler tertentu yang akan menguras waktu dan tenaga. Dengan cara itu, tubuh anak akan berusaha menyesuaikan diri alias adaptif terhadap berbagai perubahan dan tuntutan yang ada, sehingga anak tidak mudah stres.
  • Hindari memaksa anak mengikuti les atau kursus yang tidak disukai, karena ikut-ikutan orangtua lain, atau kursus tersebut sedang populer.
  • Bila sudah mengikuti kursus, amati tanda-tanda kejenuhan pada anak, seperti: sering marah-marah, tidur, cemberut, dan tanda lainnya yang menunjukkan anak tidak suka dengan les/kursus tersebut. Ini tandanya keikutsertaan anak pada kursus itu perlu dievaluasi bersama anak.
  • Cermati tanda-tanda psikosomatis (gangguan psikis yang tampil dalam bentuk gejala-gejala fisik), seperti: sering sakit perut, pusing, sakit kepala, dan lainnya. Hal ini berarti, anak mulai tidak happy dengan kegiatan tersebut. Tinjau ulang bersama anak.
  • Pastikan anak tetap memiliki kesempatan untuk bermain dan beristirahat.
  • Jangan bandingkan anak satu dengan anak lain. Sebab, kemampuan anak, masing-masing berbeda. Ada anak yang enjoy saja mengikuti banyak kursus, tapi ada juga yang merasa tertekan. Pahami karakter anak.
  1. Target melebihi kemampuan anak. Setiap anak dianugerahi kemampuannya masing-masing. Ada anak yang menonjol di bidang matematika, tapi lemah di bidang sosial. Demikian sebaliknya, meskipun ada anak yang multitalenta, memiliki kemampuan lebih di berbagai bidang. Target atau hasil yang terlalu berlebihan daripada kemampuan yang dimiliki oleh anak akan membuatnya menjadi stres, bahkan lebih dari itu bisa menyebabkan anak menjadi depresi. Apa yang harus dilakukan?

Simak juga tempat terbaik untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing , seperti di lembaga les belajar bahasa Perancis di Jakarta yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *