Review Hasil Kamera Treq Mini 3G

Review Hasil Kamera Treq Mini 3G

Lazimnya pada tablet kebanyakan, sisi kamera tidak terlampau diperhatikan secara serius. Benar saja saat digunakan untuk memotret, hasilnya tidaklah menggembirakan. Pada kondisi indoor, dan hanya mengandalkan guyuran lampu, gambar yang dihasilkan cenderung berpasir. Walhasil, memotret pada kondisi ini tidaklah dianjurkan. Sedikit lebih baik bila Anda mengabadikan gambar di luar ruang dengan siraman sinar matahari yang cukup. Hasil foto akan lebih tajam, meski warna yang dihasilkan tidaklah natural dan cenderung keputihan. Sebelas dua belas dengan imej gambar, hasil gambar bergerak tak terlampau bagus.

Baca Juga : https://teknorus.com

Video gang direkam tidak menghasilkan kontras yang sempurna, sehingga bisa mengganggu isi frame bergerak secara keseluruhan. Kinerja Tak terlampau baik, namun tak buruk juga. Ya, mungkin Treq menyukai yang sedang-sedang saja di kinerja. Terbukti saat SINYAL melakukan beragam pengetesan dengan software yang ada di Play Store. AnTuTu, Quadrant, dan NenaMark2 hasilnya tak terlampau mencengangkan. Berikut hasil pengujiannya. Di aspek kinerja lain, semisal baterai, SINYAL juga tak menemukan sesuatu yang istimewa. Kapasitas baterai 3600 mAh tergolong rata-rata untuk pemakaian seharian dengan akitivitas normal (browsing, game, streaming, chat, dan social media).

Oiya, pada paparan di atas, SINYAL sempat menyinggung adanya USB On the Go yang disertakan pada paket penjualan. Rugi rasanya bila tak digunakan untuk melakukan pengujian. Sejurus kemudian pun sudah tercolok, tablet dengan cepat mengenali fl ashdisk yang ditancapkan, transfer data bisa segera dilakukan. Untuk urusan ini, penggunaan On the Go boleh diacungi jempol. Keberdayasaingan Selain, port Micro USB yang melekat, Treq mini 3G juga memiliki lubang mini HDMI. Kualitas gambar dengan ketajaman prima pun bisa dimunculkan dengan memanfaatkan port ini. Tak banyak perangkat tablet yang memiliki port mini HDMI. Mungkin sebagian vendor masih menganggapnya kurang perlu.

Padahal, untuk kelas tablet koneksi ini memiliki peran penting untuk keperluan hiburan ataupun kantoran. Untuk hiburan, Anda bisa dengan mudah mendapatkan visual memadai saat menonotn video ataupun nge-game. Sementara untuk kebutuhan kantor, Anda bisa dengan mudah memresentasikan setiap program hanya dengan tablet yang dihubungkan dengan proyektor. SINYAL mencoba koneksi mini HDMI dengan menyolokkan fl ashdisk dengan bantuan adapter. Berjalan mulus dan tanpa kendala. Serunya lagi, koneksi ini bisa jadi jembatan untuk melihat tayangan visual ke layar yang lebih besar lagi, semisal TV 32 inch atau pun proyektor.

Selamat Datang Di Lemuria

Selain meneruskan franchise yang sudah lama beredar, publisher Ubisoft juga terus mencoba untuk membuat game baru yang tampil beda. Apakah keinginan tersebut dapat mereka wujudkan dalam Child of Light? Tidak hanya mengandalkan franchise ternama dengan biaya pengembangan yang besar dilengkapi teknologi paling mutakhir, Ubisoft sadar bahwa game dengan tampilan yang sederhana pun bisa menjadi sorotan gamer dari seluruh dunia.

Mereka sebenarnya telah mencoba menerapkan teori ini dalam beberapa seri terbaru Rayman, seperti Rayman: Origins dan Rayman: Legends. Hasilnya memang sangat baik. Selain meneruskan franchise yang sudah lama, mereka juga terus mencoba untuk membuat game baru yang tampil beda, salah satunya adalah Child of Light.

Dimulai dari mimpi

Sebelum melihat lebih jauh, game ini mengisahkan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Raja, Ratu, dan seorang putri bernama Aurora. Kebahagiaan yang dirasakan akhirnya harus sirna karena sang Ratu meninggal, sehingga membuat sang Raja sedih. Raja pun akhirnya mendapatkan istri baru, tetapi di suatu malam, sang putri tertidur lelap dan tubuhnya menjadi dingin. Sang ayah berpikir bahwa ia telah meninggal.

Kenyataannya, Aurora terbangun di dunia lain bernama Lemuria. Akhirnya, dimulailah petualangan Aurora yang seru ini. Lemuria menjadi latar tempat yang menakjubkan. Ini adalah dunia mimpi dengan segudang kisah yang sama seperti saat membaca dongeng anak-anak. Namun, Aurora harus hati-hati karena Lemuria dipenuhi oleh kegelapan, dan banyak sekali makhluk ganas yang siap menghentikannya. Walaupun konsep permainan yang disematkan adalah side-scrolling, pemain memiliki akses hampir ke semua area permainan.

Sebuah tempat bisa didatangi berkali-kali karena banyak misteri yang belum bisa dipecahkan saat pertama kali ditemukan. Aurora juga akan bertemu dengan karakter lain yang siap menjadi teman perjalanan (party). Berbagai puzzle yang interaktif dan menarik disediakan demi menambah tantangan dalam membantu Aurora terbangun dari tidur.

Side-scrolling RPG

Game side-scrolling RPG ini menawarkan sistem pertarungan yang unik. Dalam hal ini, RPG Jepang menjadi orientasinya. Sistem pertarungan secara bergiliran dibuat lebih dinamis. Tidak hanya sekadar menunggu giliran untuk menyerang, status karakter bernama Speed menjadi unsur terpenting saat berhadapan dengan monster. Semakin tinggi status Speed, semakin banyak pula giliran uuntuk menyerang. Penggunaan magic akan menurunkan status speed untuk sementara. UbiArt framework Tampilan visual menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki Child of Light.

Game ini digarap dengan UbiArt Framework, game engine yang sebelumnya juga digunakan untuk mengembangkan franchise Rayman. Meskipun engine gamenya sama, Child of Light memiliki sentuhan yang berbeda. Konsep grafis cell-shaded yang tertanam membuat tampilan visual sangat berwarna dan nyaman ketika dilihat. Pilihan pengaturan grafis memang tidak disediakan, tetapi gamer setidaknya harus memiliki graphic card dengan memori minimal 512 MB.

duet Maut graphics card MSI gaming Series

duet Maut graphics card MSI gaming Series  – Motherboard dengan Chipset Intel B85 masih tergolong motherboard berkualitas dengan kemampuan yang sangat mencukupi untuk kebutuhan hingga beberapa tahun mendatang. MSI B85M Gaming adalah salah satu motherboard hasil perpaduan chipset Intel B85 dan feature Gaming. MSI B85M GAMING tidak berbeda jauh dengan seri sebelumnya MSI B85-G43, hanya saja kali ini memiliki ukuran yang lebih compact dengan feature gaming yang tetap melekat. MSI B85M GAMING memiliki dimensi 240 x 240 mm atau lebih dikenal dengan form factor M-ATX. Dengan ukuran yang lebih mini, MSI B85M GAMING mampu dipasangkan dengan casing berukuran minimalis namun bukan sebagai mini PC. Penggunaan interface SATA2 agak sedikit unik mengingat saat ini sudah sangat jarang perusahaan motherboard menyematkan interface ini karena lebih memilih menggunakan interface yang lebih baru SATA3 6GB/s. Meskipun demikian tidak ada perbedaan diantara kedua interface tersebut dari segi bentuknya.

Baca Juga : https://teknorus.com/5-game-psp-terbaik-2016/

Sama seperti seri gaming lainnya, MSI menyematkan feature-feature yang memang berguna untuk kebutuhan para gamer seperti Network Killer E2200 dan Gaming Device Port. Tidak ketinggalan Audio Boost yang menghasilkan suara berkualitas untuk kenyamanan para gamer. MSI juga menambahkan teknologi USB Audio Power yang mampu menghasilkan suara yang lebih baik untuk headphone atau headset dengan interface USB. Salah satu feature unik pada MSI B85M GAMING adalah VGA Boost. VGA Boost adalah salah satu feature ekslusif dari motherboard MSI yang mampu meningkatkan batas atas dari performa sebuah graphics card GAMING series dari MSI. Dengan mengombinasikan keduanya, maka batas kemampuan graphics card MSI Gaming series dapat ditingkatkan sehingga menghasilkan performa yang jauh lebih baik lagi. Feature ini juga didukung dengan kemampuan teknologi PCI-E besutan MSI sendiri. Jika membandingkannya dengan motherboard lain berchipset Z87, kualitas komputasi dan gaming yang ditawarkan MSI B85M GAMING tidak akan jauh berbeda