Selamat Datang Di Lemuria

Selain meneruskan franchise yang sudah lama beredar, publisher Ubisoft juga terus mencoba untuk membuat game baru yang tampil beda. Apakah keinginan tersebut dapat mereka wujudkan dalam Child of Light? Tidak hanya mengandalkan franchise ternama dengan biaya pengembangan yang besar dilengkapi teknologi paling mutakhir, Ubisoft sadar bahwa game dengan tampilan yang sederhana pun bisa menjadi sorotan gamer dari seluruh dunia.

Mereka sebenarnya telah mencoba menerapkan teori ini dalam beberapa seri terbaru Rayman, seperti Rayman: Origins dan Rayman: Legends. Hasilnya memang sangat baik. Selain meneruskan franchise yang sudah lama, mereka juga terus mencoba untuk membuat game baru yang tampil beda, salah satunya adalah Child of Light.

Dimulai dari mimpi

Sebelum melihat lebih jauh, game ini mengisahkan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Raja, Ratu, dan seorang putri bernama Aurora. Kebahagiaan yang dirasakan akhirnya harus sirna karena sang Ratu meninggal, sehingga membuat sang Raja sedih. Raja pun akhirnya mendapatkan istri baru, tetapi di suatu malam, sang putri tertidur lelap dan tubuhnya menjadi dingin. Sang ayah berpikir bahwa ia telah meninggal.

Kenyataannya, Aurora terbangun di dunia lain bernama Lemuria. Akhirnya, dimulailah petualangan Aurora yang seru ini. Lemuria menjadi latar tempat yang menakjubkan. Ini adalah dunia mimpi dengan segudang kisah yang sama seperti saat membaca dongeng anak-anak. Namun, Aurora harus hati-hati karena Lemuria dipenuhi oleh kegelapan, dan banyak sekali makhluk ganas yang siap menghentikannya. Walaupun konsep permainan yang disematkan adalah side-scrolling, pemain memiliki akses hampir ke semua area permainan.

Sebuah tempat bisa didatangi berkali-kali karena banyak misteri yang belum bisa dipecahkan saat pertama kali ditemukan. Aurora juga akan bertemu dengan karakter lain yang siap menjadi teman perjalanan (party). Berbagai puzzle yang interaktif dan menarik disediakan demi menambah tantangan dalam membantu Aurora terbangun dari tidur.

Side-scrolling RPG

Game side-scrolling RPG ini menawarkan sistem pertarungan yang unik. Dalam hal ini, RPG Jepang menjadi orientasinya. Sistem pertarungan secara bergiliran dibuat lebih dinamis. Tidak hanya sekadar menunggu giliran untuk menyerang, status karakter bernama Speed menjadi unsur terpenting saat berhadapan dengan monster. Semakin tinggi status Speed, semakin banyak pula giliran uuntuk menyerang. Penggunaan magic akan menurunkan status speed untuk sementara. UbiArt framework Tampilan visual menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki Child of Light.

Game ini digarap dengan UbiArt Framework, game engine yang sebelumnya juga digunakan untuk mengembangkan franchise Rayman. Meskipun engine gamenya sama, Child of Light memiliki sentuhan yang berbeda. Konsep grafis cell-shaded yang tertanam membuat tampilan visual sangat berwarna dan nyaman ketika dilihat. Pilihan pengaturan grafis memang tidak disediakan, tetapi gamer setidaknya harus memiliki graphic card dengan memori minimal 512 MB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *