Ubah Pola Asuh, Jadikan Anak Tangguh

Mama Papa sebaiknya menempa mental anak agar tangguh, sehingga stres apalagi depresi pada anak dapat diminimalkan. Berikut caranya:

  1. Jadilah pendengar yang baik. Jadilah wadah curhat yang setia menampung setiap keluh kesah anak. Artinya, Mama Papa perlu meluangkan waktu bersama anak. Sesibuk apa pun, jalin komunikasi yang hangat dan terbuka dengan anak. Idealnya, komunikasi dilakukan secara langsung agar orangtua bisa melihat respons, ekspresi, dan bahasa tubuh anak dengan jelas. Komunikasi pun bisa dilakukan lebih dalam dan terbuka. Tapi bila waktu tak memungkinkan, komunikasi tak langsung pun bisa jadi alternatif pengganti. Dengan adanya komunikasi, setidaknya anak memiliki ventilasi, mengeluarkan unek-uneknya, berbagi beban dan perasaan. Semua itu berperan dalam menempa mental anak yang sehat.
  2. Ajari anak menghadapi kekecewaan. Jangan manjakan anak, memenuhi semua keinginan, serta mengabulkan semua permintaannya. Ingat, dalam keseharian anak akan menghadapi kekecewaan atau pengalaman tak menyenangkan. Jadi, ajari anak agar bisa menerima kekecewaan. Di sini orangtua tidak memaksa anak agar kebal kecewa, melainkan agar ia dapat melampiaskan kekecewaan dengan aman atau positif. Misal, menunda keinginan Si Upik membeli boneka Putri Elsa. Katakan, anak boleh cemberut atau bermuka masam, tapi tidak perlu mengamuk apalagi merusak sesuatu. Berikan juga motivasi agar anak lebih giat menabung, sehingga bisa cepat membeli boneka itu.
  3. Pola asuh kasih sayang. Pola asuh ini tidak keras ataupun penuh hukuman fi sik untuk mendisiplinkan anak, melainkan lewat penjadwalan rutinitas anak. Misal, agar anak tidak terlambat masuk sekolah, orangtua perlu membiasakan anak tidur tepat waktu dan bangun pagi. Juga membangun kemandirian, sehingga anak tidak kelewat bergantung pada orang dewasa. Selain itu, pola asuh ini juga tidak permisif, membebaskan anak berbuat semau-maunya. Ingat, anak juga perlu didisiplinkan agar siap menerima aturan yang ada lingkungannya.
  4. Belajar memecahkan masalah. Ajari anak agar dapat memecahkan masalah sendiri. Saat terjadi konfl ik, jangan langsung mengintervensi atau mendikte. Tanyakan dulu pada anak, apakah ia memiliki ide atau solusi atas permasalahannya. Mama Papa boleh saja memberikan usul, tapi jangan sampai memaksa karena dapat melemahkan anak dalam memecahkan masalah.

Untuk anak yang akan mengikuti tes IELTS sebaiknya berikan ia persiapan di tempat terbaik les persiapan IELTS di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *